NAMA: YAYAH IMAYAH
KELAS: BIOLOGI C / VI
MUTASI
.................................................................................................................................................
Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom. Mutasi pada tingkat kromosomal biasanya disebut aberasi. Mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar munculnya variasi-variasi baru pada spesies. Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Mutasi
di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya, radioaktif, sinar ultraviolet, sinar X, serta loncatan energi listrik seperti petir. Individu yang
memperlihatkan perubahan sifat (fenotipe) akibat mutasi disebut mutan.
Mutasi somatik
adalah mutasi yang terjadi pada sel somatik, yaitu sel
tubuh seperti sel kulit. Mutasi ini tidak akan diwariskan pada keturunannya.
Mutasi Gametik adalah mutasi yang terjadi pada sel gamet, yaitu sel
organ reproduksi yang meliputi sperma dan ovum pada manusia. Karena terjadinya di sel gamet,
maka akan diwariskan kepada keturunannya. Pada umumnya, mutasi itu merugikan,
mutannya bersifat letal dan homozigot resesif. Namun
mutasi juga menguntungkan, diantaranya, melalui mutasi, dapat dibuat tumbuhan poliploid yang sifatnya
unggul. Contohnya, semangka tanpa biji, jeruk tanpa biji, buah stroberi yang
besar, dll. Mutasi ini juga menjadi salah satu kunci terjadinya evolusi di
dunia ini. Terbentuknya tumbuhan poliploid ini menguntungkan bagi manusia,
namun merugikan bagi tumbuhan yang mengalami mutasi, karena tumbuhan tersebut
menjadi tidak bisa berkembang biak secara generatif.
Mutasi gen disebut juga mutasi titik
(point mutation). Mutasi ini terjadi karena adanya perubahan struktur gen
(DNA), akibatnya asam amino yang dikodekan berubah sehingga terbentuk protein
yang salah.
Ada
beberapa macam jenis mutasi gen, antara lain sebagai berikut:
Substitusi
- Delesi : hilangnya satu atau beberapa basa nitrogen
- Addisi : penambahan satu atau beberapa basa nitrogen (sering disebut juga insersi)
- Substitusi : pertukaran pasangan basa nitrogen. Bila pertukaran terjadi antar pasangan basa nitrogen purin-pirimidin dengan purin-pirimidin yang lain disebut transisi. Misalnya pasangan AT digantikan pasangan GS. Bila pertukaran terjadi antar pasangan basa nitrogen purin-pirimidin dengan pirimidin-purin disebut transversi. Misalnya AT digantikan pasangan TA. Perhatikan bagan di bawah.
Mutasi
Kromosom
Mutasi kromosom (aberasi/gross mutation) dapat
disebabkan karena perubahan struktur kromosom maupun perubahan jumlah kromosom.
1.
Perubahan struktur kromosom
Mutasi karena perubahan struktur kromosom
berlangsung secara spontan, dan dapat juga dilakukan secara eksperimental
dengan induksi bahan kimia atau radiasi. Perubahan ini umumnya dapat dilihat
pada sel selama mitosis atau miosis.
Beberapa
hal yang menyebabkan perubahan struktur kromosom adalah sebagai berikut:
a.
Delesi : hilangnya sebagian segmen kromosom yang mengandung gen karena patah
b.
Duplikasi : patahnya sebagian segmen kromosom, lalu patahan tersebut tersambung
pada kromosom homolognya
c.
Translokasi : patahnya sebagian segmen kromosom, lalu patahan tersebut tersambung
pada kromosom lain yang tidak homolog. Ada dua jenis translokasi yaitu
translokasi resiprok (timbal balik) dan translokasi nonresiprok.
d.
Inversi : sebagian segmen kromosom patah, lalu patahan tersebut tersambung
kembali tetapi dengan posisi terbalik. Ada dua macam inversi, yaitu inversi
perisentrik bila peristiwa inversi melibatkan perubahan posisi sentromer. Bila
peristiwa inversi tidak melibatkan perubahan posisi sentromer disebut inversi
parasentrik.
e.
Katenasi : merupakan translokasi dua kromosom tidak homolog sedemikian rupa
sehingga menyebabkan dua pasang kromosom membentuk struktur seperti lingkaran.
2.
Perubahan jumlah kromosom
Bila terjadi perubahan jumlah kromosom, maka
set kromosomnya dapat berubah secara keseluruhan (euploidi), atau
sebagian pasangan dari set kromosomnya yang berubah (aneuploidi).
Euploidi
Merupakan perubahan set kromosom secara
keseluruhan. Bila umumnya set kromosom organisme adalah diploid (2n), maka
perubahan yang terjadi menyebabkan set kromosomnya menjadi:
- Monoploid (n) : setiap kromosom ada dalam jumlah tunggal (tidak berpasangan). Misalnya : A B C
- Triploid (3n) : setiap kromosom berpasangan 3. Misalnya : AAA BBB CCC
- Tetraploid (4n) : setiap kromosom berpasangan 4. Misalnya : AAAA BBBB CCCC
Kromosom yang berpasangan 3 ke atas disebut poliploid.
Organisme monoploid dapat dijumpai pada lebah jantan hasil partenogenesis.
Sedangkan pada tanaman keadaan heteroploid ini dapat dijumpai pada tomat, apel
jeruk, gula bit, semangka tanpa biji, tebu, juga pada hewan bintang laut,
cacing gelang, bulu babi.
Penyebab
terjadinya poliploid ada dua, yaitu autopoliploid dimana terjadi
gangguan waktu meiosis sedemikian rupa sehingga gametnya tidak haploid, dan allopoliploid
karena ada perkawinan dua organisme berbeda genus atau spesies.
Aneuploidi
Merupakan perubahan sebagian pasangan kromosom,
bisa hilang atau lebih. Beberapa jenis aneuploidi antara lain:
1. Nulisomi : kehilangan sepasang kromosom (2N-2). Contoh :
(44,OO) — mungkin tidak pernah ada karena selalu lethal
2. Monosomi : kehilangan satu buah kromosom (2N-1).
Sindrom
Turner (45,XO). Beberapa ciri sindrome ini adalah: jenis
kelamin wanita, mengalami ovariculardisgenesis (ovarium tidak tumbuh)
sehingga mandul, kehilangan satu kromosom X, payudara tidak tumbuh. Lihat
gambar di bawah. Pada gambar kromosomnya hanya ada satu X.
3. Trisomi : kelebihan satu
buah kromosom (2N+1).
Sindrom Klinefelter (47,XXY) Ciri
penderita adalah: jenis kelamin pria, kelebihan satu kromosom X, mengalami
testicular disgenesis (testis tidak tumbuh sempurna) akibatnya mandul, dan
tumbuh payudara. Klinefelter termasuk trisomi gonosomal (trisomi pada
kromosom sex)
Sindrom
Jacobson (47,XYY) Banyak yang
mengatakan ini mirip sindrom Klinefelter. Pria XYY memiliki ciri umum selalu
bertindak agresif, kasar, dan sering berbuat kriminal.
Sindrom
wanita super (47,XXX), Cirinya: kromosom sex ada tiga XXX, tubuh
seringnya tinggi, menderita schizoprenia.
Sindrom berikut ini termasuk trisomi
autosomal (trisomi pada kromosom tubuh).
Sindrom
Down (47,XX/XY) kelebihan satu kromosom pada kromsom nomor 21
Sindrom
Patau (47,XX/XY) kelebihan kromosom pada kromosom nomor 13, 14,
atau 15.
4.
Tetrasomi : kelebihan sepasang
kromosom (2N+2). Contoh: sindrom Klinefelter / Jacobson
(48,XXYY)
Mutasi
Alami dan Mutasi Buatan
Berdasarkan
faktor penyebabnya, mutasi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu:
1.
Mutasi Alami (Mutasi Spontan) : yaitu mutasi yang disebabkan oleh alam,
misalnya oleh:
- sinar kosmis (foton, positron, proton) yang berasal dari angkasa luar
- batuan radioaktif (thorium, uranium, radium)
- sinar ultraviolet matahari
- sesuatu yang tak jelas dalam metabolisme sehingga terjadi kekeliruan dalam sintesis bahan genetis
- radiasi ionisasi internal dari bahan radioaktif yang mungkin terkandung dalam jaringan lewat makanan atau minuman yang kena pencemaran radioaktif
Mutasi
alam sangan jarang terjadi dan bila terjadi adalah secara kebetulan, amat
lambat tetapi pasti. Penelitian mengenai mutasi ini sangat sulit karena
terjadinya sangat jarang dan lambat.
2.
Mutasi Buatan (Induksi) : mutasi yang sengaja dilakukan manusia untuk
tujuan tertentu. Mutasi buatan dapat disebabkan oleh beberapa mutagen,
diantaranya adalah:
a.
Bahan Fisika, terdiri dari:
- Sinar X, sinar gamma, isotop radioaktif
- Partikel yang dapat mengionisasi (netron, elektron, proton, partikel alva, dan ion-ion berat)
- Sinar ultra violet
- Suhu yang tinggi
b.
Bahan kimia, terdiri dari:
- Pestisida (DDT, aziridin)
- Makanan/minuman (kafein, siklamat, asam nitrit, natrium nitrit)
- Agen alkilasi (gas mustard, dimetil dan dietil sulfat)
- Kolkisin, digitonin
c.
Bahan Biologi
Lebih
dari 20 macam virus penyebab kerusakan kromosom. Virus campak dan cacar juga dapat
menimbulkan aberasi. Diduga ada banyak jenis kanker dan tumor yang disebabkan
karena inveksi virus.
Saat
ini mutasi buatan telah banyak dimanfaatkan untuk memperoleh tanaman yang
poliploid. Misalnya dengan jalan induksi kolkisin pada tanaman kol, tomat,
anggur, dan semangka.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar