Nama:Yayah Imayah
Nim: 14121620650
Fak / Jur / Kelas
/ Smetester: Tarbiyah / Biologi C / 6
HEREDITAS MANUSIA
Hereditas
manusia adalah penurunan genetik orang tua kepada anak. Hereditas pada
manusia mempelajari mengenai macam penurunan sifat atau kelainan pada manusia.
Penurunan sifat pada manusia dibedakan menjadi
dua yaitu:
1.
Autosomal sifat yang terpaut koromosom tubuh,
dapat muncul baik pada anak laki-laki maupun perempuan.
2.
Gonosomal sifat yang terpaut kromosom sex, BIASANYAhanya
muncul pada anak laki-laki saja atau perempuan saja.
Penentuan jenis kelamin pada manusia ditentukan oleh
pasangan kromosom yang berjumlah 46 buah atau 23 pasang kromosom. Antara
kromosom pria dan wanita berbeda satu sama lain. Dari ke-23 pasangan kromosom
tersebut, hanya pasangan kromosom ke-23 yang dapat menentukan jenis
kelamin pada manusia. Sehingga ke-22 pasangan kromosom disebut dengan kromosom
autosom/kromosom tubuh dan 1 pasang kromosom disebut dengan kromosom
sex/kromosom kelamin. Pasangan kromosom yang ke-23 tadi adalah kromosom “ X
“ untuk jenis kelamin wanita dan kromosom “ Y “ untuk jenis kelamin pria.
Cacat atau
penyakit menurun pada manusia dapat disebabkan oleh gen yang terdapat pada
kromosom sel tubuh (autosom) atau oleh gen yang terdapat pada kromosom seks
(gonosom). Ciri cacat atau penyakit menurun yaitu tidak menular, sulit atau
bahkan tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diusahakan agar tidak terjadi pada
generasi berikutnya, dan umumnya disebabkan oleh gen resesif.
Cacat atau
Penyakit Menurun yang Tidak Terpaut Kromosom Seks, yaitu: Albinisma,
Brachydactily (jari pendek), Polidaktili (Jari Banyak), Fenilketonuria (FKU),
Kemampuan Mengecap Phenylthiocarbamida (PTC), Thalassemia, Dentinogenesis
Imperfect, Katarak, Botak, anemia bulan sabit, Fibrosis sistik, Galaktosemia,
Akondroplasia, Huntington.
Cacat atau Penyakit Menurun yang Terpaut
Kromosom Seks Buta Warna, Anodontia, Hemofilia, Sindrom Fragile X, Sindrom
Lesch-Nyhan, Rangkai Kelamin oleh Gen Dominan Kelainan oleh Gen Resesif pada
Genosom Y. Kelainan Genetik Karena Aberasi Kromosom Yaitu ada berbagai
macamsindrom contohnya sindrom Jacobs, sindrom down, sindrom klinefelter,
sindrom turner, sindrom patau, sindron Edward, sindrom Cri du chat.
Golongan
darah ABO pada manusia merupakan satu contoh dari alel berganda dari sebuah gen
tunggal. Ada empat kemungkinan fenotip untuk untuk karakter ini: Golongan darah seseorang
mungkin A, B, AB atau O. Huruf-huruf ini menunjukkan dua karbohidrat, substansi
A dan substansi B, yang mungkin ditemukan pada permukaan sel darah merah. Sel
darah seseorang mungkin mempunyai sebuah substansi (tipe A atau B),
kedua-duanya (tipe AB), atau tidak sama sekali (tipe O). Kesesuaian golongan
darah sangatlah penting dalam transfusi darah. Jika darah donor mempunyai faktor
(A atau B) yang dianggap asing oleh resipien, protein spesifik yang disebut
antibodi yang diproduksi oleh resipien akan mengikatkan diri pada molekul asing
tersebut sehingga menyebabkan sel-sel darah yang disumbangkan menggumpal.
Penggumpalan ini dapat membunuh resipien.
Golongan Rhesus
membagi golongan darah menjadi empat, yaitu A, B, AB, dan O, didasarkan pada adanya jenis antigen tertentu
pada sel darah yang disebut isoaglutinogen. Susunan genotif dan kemungkinan
gamet yang dibentuk dapat dilihat pada tabel berikut:
|
Golongan
|
Genotipe
|
Gamet
|
|
A
|
IAIA
IAIO
|
IA,
IO
|
|
B
|
IBIB IBIO
|
IB,
IO
|
|
AB
|
IAIB
|
IA, IB
|
|
O
|
IOIO
|
IO
|
. Golongan darah ini ada dua yaitu Rhesus + dan
Rhesus -. Susunan genotif dan kemungkinan gamet dapat dilihat pada tabel
berikut:
|
Golongan
|
Genotipe
|
Gamet
|
|
Rhesus +
|
RhRh Rhrh
|
Rh, h
|
|
Rhesus -
|
rhrh
|
rh
|
Golongan
MN tidak memiliki nilai medis karena hanya dijumpai antigen penentu golongan
dalam eritrosit dan tidak dijumpai antibodi dalam plasma. Golongan ini
dikendalikan oleh gen IM dan IN kodominan satu sama lain. Susunan genotif dan
kemungkinan gamet dapat dilihat pada tabel berikut:
|
Golongan
|
Genotipe
|
Gamet
|
|
MM
|
IMIM
|
IM
|
|
NN
|
ININ
|
IN
|
|
MN
|
IMIN
|
IM,
IN
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar