MENINGKATKAN KUALITAS DIRI MUSLIM
1. Membiasakan mengkaji Al-Qur'an
2. Sabar
3. Memaksimalkan waktu sebaik mungkin
4. Memberikan manfaat kepada orang lain
5. Tingkatkan Manfaat Diri Anda
Langkah Untuk Meningkatkan Kualitas Keislaman Seorang Muslim
Kebanyakan kaum muslimin masih beranggapan kewajibannya untuk agama ini
hanyalah beramal dan beribadah (sholat, puasa dan sejenisnya). Dan itu
mereka anggap sudah cukup membuat mereka selamat menuju akhirat.
Padahal ada 4 hal yang harus dilakukan setiap muslim untuk meningkatkan
kualitas keislamannya, dimana dengannya ia selamat menuju akhirat.
Tanpa menjaga 4 kewajibannya ini maka mereka akan termasuk orang-orang
yang merugi dan gagal di dunia dan akhirat.
Berikut ini kami kutip penjelasan mengenai 4 langkah yang menjadi
kewajiban setiap muslim agar kualitas iman dan keislamannya bisa terjaga
kokoh dan meningkat dari hari ke hari. Tulisan ini kami sarikan
berdasarkan salah satu tulisan Abu Umamah Abdurrohim bin Abdul Qohhar Al
Atsary sesuai keterangan sumber pustaka pada catatan kaki.
Agama Islam akan bermanfaat bagi setiap muslim setelah ia menjalankan
tugas yang telah diwajibkan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.
Kewajiban setiap muslim terhadap agamanya itu ada 4 yaitu :
1. Mempelajari Islam (menuntut ilmu agama)
2. Mengamalkan ajaran Islam (berdasarkan ilmu yang sudah kita pelajari)
pada diri kita sendiri
3. Mendakwahkan ajaran Islam kepada umat manusia agar taat pada agama
Islam
4. Bersabar dalam mengamalkan ajaran Islam, dalam berdakwah dan dalam
menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
Keempat tugas dan kewajiban ini telah Alloh subhanahu wata’ala sebutkan
dalam firmanNya (artinya) :
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi
(celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling
menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.”(QS,
Al ‘Ashr: 1-3)
Imam As-Syafi’i berkata: “Seandainya semua manusia memikirkan apa yang
ada di dalam surat ini (surat Al ‘Ashr), sesungguhnya surat ini
mencukupi mereka”. Penjelasannya adalah bahwa martabat itu ada empat,
dengan menyempurnakan keempatnya, maka seseorang mendapatkan puncak
kesempurnaannya. (seperti ditulis Imam Ibnul Qoyyim di dalam Miftah
Darus Sa’adah 1/56)(sebagai tambahan penerbit)
Berikut dibawah ini penjelasan singkatnya :
1. Mempelajari Islam (Berilmu)
Allah Subhanahu wa ta’ala mewajibkan setiap muslim untuk mempelajari
agamanya secara terus-menerus, hingga akhir hayat, sebagaimana telah
disabdakan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam (artinya) :
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”
(HR. Ibnu Majah, Abu Ya’la, Thabrani, dan Al Albany telah
menshohihkannya)
Adapun diantara sebab-sebab diwajibkannya belajar agama adalah :
- Kita tidak dapat menjalankan agama dengan baik dan benar kalau tidak
belajar (memahami) terlebih dahulu dengan baik apa yang akan kita
amalkan. Orang yang tidak mau atau bermalas-malasan belajar agama tidak
akan mendapatkan kebaikan. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam
bersabda (artinya) :
“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Alloh kebaikan baginya, maka Alloh
akan mengkaruniakan kepahaman agama baginya” (HR Al Bukhori).
Al Imam Al Bukhori menafsirkan hadits ini dengan mengatakan : “Orang
yang tidak mau belajar kaidah-kaidah Islam, terhalang baginya kebaikan”
- Ibadah atau amal shalih yang dicintai dan diridhoi Alloh Subhanahu wa
ta’ala adalah jika amalan itu sesuai dengan (cara dan tujuan yang
dijelaskan di) Al Qur’an dan As-Sunnah. Maka kita wajib mempelajari Al
Qur’an dan As-Sunnah karena keduanya menerangkan segala sesuatu yang
dicintai dan diridhoi Alloh subhanahu wata’ala untuk kita amalkan.
Didalamnya juga diterangkan hal-hal yang dibenci dan dimurkai oleh-Nya
yang harus kita jauhi dan tinggalkan.
Rosululloh shalallahu alaihi wassalam menyampaikan pesan untuk seluruh
umat Islam, melalui sabdanya (artinya) :
“Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, yang kalian tidak akan tersesat
selama berpegang teguh dengan keduanya, yaitu kitabulloh dan sunnahku.
Keduanya tidak akan berpisah sampai kalian (bertemu) kembali denganku
di telaga Al Haudh” (Al Hadits, diantaranya ada dalam riwayat Hakim
(I/172), dan Daruquthni(hadits no. 149), HR Imam Malik 1395 bersumber
dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu dihasankan oleh Al-Albani di dalam
kitabnya Manzilatus Sunnah fil Islam 1/18]
- Alloh subhanahu wata’ala telah melarang untuk mengerjakan sesuatu
yang tidak diketahui ilmunya. Alloh subhanahu wata’ala berfirman
(artinya) :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
Jadi orang Islam yang tidak mau belajar agama, dia tidak akan mengerti
mana jalan yang lurus (baik) dan mana jalan yang menyesatkan, mana yang
benar dan mana yang salah. Mereka tidak akan mengerti mana perbuatan
yang dicintai Alloh dan mana yang dibenci dan dimurkai-Nya.
Orang yang tidak mau belajar agama telah berdosa karena tidak taat
kepada Alloh subhanahu wata’ala.
Adapun ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim ada tiga yaitu
mempelajari tentang Alloh subhanahu wata’ala, mempelajari tentang
Nabi-Nya shalallahu alaihi wassalam, dan mempelajari tentang agama Alloh
subhanahu wata’ala.
2. Mengamalkan Ajaran Islam
Kewajiban setiap muslim setelah mempelajari ilmu agama adalah
mengamalkan ilmunya. Orang yang belajar agama tapi tidak
mengamalkannya, tidak ada gunanya dan tetap berada dalam kesesatan dan
murkan Alloh subhanahu wata’ala.
Orang yang mengerti dengan baik ajaran Islam namun tidak mengamalkannya,
sangat menyerupai orang Yahudi yang tahu kebenaran Islam tapi
menyangkalnya, kemudian dilaknat Alloh subhanahu wata’ala. Adapun orang
yang mengamalkan agama tetapi tidak diadasari ilmu yang benar, maka
mereka menyerupai orang Nasrani (Kristen) yang beribadah dengan cara
yang salah, dan telah dilaknat Alloh subhanahu wata’ala.
Orang Islam wajib mempelajari agamanya dengan sebaik-baiknya, kemudian
mengamalkannya dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi apa yang
dilarangNya dan dimurkaiNya. Mempelajari dan mengamalkan Islam
merupakan jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang telah diberi
petunjuk dan diberi nikmat oleh Alloh subhanahu wata’ala yaitu para
Nabi, shiddiqun, syuhada dan orang-orang yang sholih.
3. Mendakwahkan ajaran Islam
Kewajiban selanjutnya adalah menyampaikan dan mengajak kaum muslimin
untuk mempelajari Islam dengan baik kemudian mengamalkannya, juga
mengajak orang-orang yang diluar Islam agar memeluk agama Islam yang
jelas telah diridhoi Alloh Subhanahu wata’ala, yang akan menyelamatkan
manusia di dunia dan akhirat.
Alloh subhanahu wata’ala telah menerangkan kewajiban berdakwah ini dalam
firmanNya (artinya) :
“Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan peringatan yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” (QS An Nahl : 125)
4. Bersabar dalam menjalankan kewajiban beragama
Bersabar artinya menahan hawa nafsu untuk taat dan tidak bermaksiat
kepada Alloh subhanahu wata’ala serta tidak mencela dan membenci takdir
Alloh subhanahu wata’ala.
Sabar itu ada 3 macam :
Bersabar ketika menjalankan ketaatan kepada Alloh subhanahu wata’ala
Bersabar ketika menjauhi larangan dan maksiat
Bersabar ketika menerima ujian dan cobaan dari Alloh subhanahu wata’ala
Demikianlah, inilah empat tugas dan kewajiban bagi setiap muslim agar
agamanya bermanfaat pada dirinya dengan baik, yaitu mempelajari agama,
mengamalkannya, mendakwahkannya dan bersabar.(Priyatna andika, 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar